Resume Bab 2 Pemerintahan sebagai Ilmu DR.H.Inu Kencana Syafiie, M.Si


PEMERINTAHAN SEBAGAI ILMU

A. Pengetahuan Keilmuan Pejabat Pemerintahan
Untuk menilai ilmu pengetahuan seorang pejabat pemerintahan harus dipertanyakan intelektualnya yang biasa disebut dengan IQ ( Intellegence Question ) dan dipilah-pilah keberadaan kecerdasannya.
Seorang Politikus yang memiliki pengetahuan sudah barang tentu berbeda dengan seorang poliikus yang tidak memilikinya, ada beberapa jenis untuk membedakan orang yang tahu dengan tidak tahu, pertama berdasarkan tingkat pengetahuan orang tersebut, sedangkan kedua berdasarkan luasnya wilayah jangkauan sesuatu yang perlu diketahui .
Berdasarkan tingkat pengetahuan seorang pejabat pemerintah dapat dibagi empat kriteria, yaitu sebagai berikut :
1. Seorang pejabat pemerintah yang tahu ditahunya , yaitu pejabat pemerintah yang sadar bahwa dirinya mengerti, dengan begitu yang bersangkutan dengan lapang dada menjelaskan kepada orang lain yang tidak tahu, misalnya mengapa suatu maneuver pemerintahan dilakukan.
2. Seorang pejabat pemerintah yang tahu ditidaktahunya, yaitu pejabat pemerintah yang sadar bahwa dirinya tidak mengerti, dengan begitu pejabat pemerintah yang bersangkutan akan belajar agar selanjutnya menjadi tahu, misalnya ketika menganjurkan kepada atasannya bahwa jangan dikucurkan dana kepada pemborong yang bermasalah.  
3. Seorang pejabat pemerintah yang tidak tahu ditahunya, yaitu pejabat pemerintah yang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sudah cukup banyak pengetahuanya, dengan begitu yang bersangkutan biasanya tidak percaya diri, misalnya bila seorang pejabat pemerintah yang retorikanya bagus lalu tidak percaya diri untuk kampanye.
4. Seorang pejabat pemerintah yang tidak tahu ditidaktahunya, yaitu pejabat pemerintah yang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya tidak tahu apa-apa, dengan begitu yang bersangkutan biasanya sombong dan tidak sadar diri, misalnya seorang pejabat pemerintah yang didemo oleh masyarakat untuk turun dari jabatanya tetapi tetap bertahan.
Sedangkan menurut Joseph Luth dan Harrington Ingham maka penegetahuan pemerintahan dapat dibagi atas sebagai berikut :
1. Seorang pejabat pemerintah yang tahu dan orang lain (rakyatnya) juga tahu, yaitu pengetahuan seorang pejabat pemerintah tentang sesuatu yang bukan rahasia umum. Misalkan undang-undang yang sudah diumumkan secara meluas.
 2. Seorang pejabat pemerintah yang tahu tetapi orang lain (rakyatnya) tidak tahu, yaitu rahasia-rahasia yang oleh pejabat pemerintah tersebut dipertahankan, sehingga akan terus menerus mencari, seperti aib yang ditutup-tututpi pemerintah.
Pada prinsipnya tahu itu adalah terdiri dari sebagai berikut :
a.       Tahu mengerjakan (know to do)
b.      Tahu bagaimana (know how )
c.       Tahu mengapa (know why)

v  Pengertian ilmu menurut para Ahli
Ilmu adalah suatu objek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil, rumus, yang melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali, telah teruji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil, rumus-rumus mana dapat diajarkan dan dipelajari (Sondang Siagian).
Sedangkan menurut Soejono Soekanto ilmu adalah pengetahuan yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh setiap orang lain yang mengetahuinya.
Van poelje ilmu adalah tiap kesatuan pengetahuan dimana masing-masing bagian berkaitan satu sama lain yang teratur secara pasti menurut asas-asas tertentu.
The liang Gie ilmu adalah sebagai sekolompok pengetahuan teratur yang membahas sesuatu sasaran tertentu dengan pemusatan perhatian kepada satu atau segolongan masalah yang terdapat pada sasaran itu untuk memperoleh keterangan-keterangan yang mengandung kebenaran.


B. Intelektualitas Pejabat Pemerintah
Akal dan Intelektualitas seorang Pejabat hendaknya dipergunakan dengan mengoperasionalkan otaknya untuk berpikir, berusaha mencari kebenaran sesuai dengan kemampuan  ilmu pengetahuan masing-masing. Hal ini akan menimbulkan logika yang menjadikan politikus tersebut seorang intelektual ( pada puncak kepakaran akal dikenal sebagai manusia ilmuan politik) karena dapat membedakan mana yang benar dan salah secara tepat.
Ilmu ataupun masuk akal yaitu sesuatu yang berhubungan dengan cara berpikir, dengan demikian logika merupakan suatu teknik yang mementingkan segi formal ilmu pengetahuan, karena dalam logika kita harus menghormati berbagai macam cara, aturan, teori, dan metode agar pernyataan menjadi sah.
Apabila ilmu itu bebas nilai disebut sebagai sekuler, maka akan terjadi ketiranian karena nilai adalah gagasan berharga yang indah dan baik, seorang ilmuan sekuler dapat saja berkata benar tetapi tidak baik dan tidak indah.
Item dibawah ini adalah kumpulan kebenaran akal pemimpin yang tidak beretika moral sebagai berikut :
a.       Menempeleng bawahan yang tidak menjawab dengan benar.
b.      Menceraikan istri yang tidak mempunyai anak.
c.       Sistem komando yang militeristik.
d.      Sistem jihad yang tidak kasih sayang.
e.       Melakukan Daerah Operasi Militer terhadap wilayah yang separatis, dan lain sebagainya.
C. Filsafat Kebenaran bagi Pejabat Pemerintah
Kebenaran itu adalah kenyataan dengan kita melihat suatu kejadian yang nyata. Tetapi kenyataan sekarang ini tidak seluruhnya berupa kebenaran, bahkan yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terjadi juga, karena Das solen tidak sama dengan Das sein, dengan melihat banyak penindasan, penjajahan, dan rekayasa. Kebenaran bagi seseorang tidak benar bagi yang lain, sehingga lahirlah kebenaran mutlak dan relatif.

Banyak pakar ilmu filsafat yang menganggap benar bahwa pengetahuan itu terdiri atas :
a.       Pengetahuan Akal
b.      Pengetahuan Budi
c.       Pengetahuan Indrawi
d.      Pengetahuan Kepercayaan
e.       Pengetahuan Intuitif
Selanjutnya untuk melihat sesuatu itu benar atau tidak, maka salah satu kriteria sudah di lembagakan, yaitu:
Kebenaran Logika yang berlebihan, merupakan kebenararan yang sebenarnya telah merupakan fakta, jadi akan menjadi pemborosan dalam pembuktiannya, misalnya sebuah lingkaran harus berbentuk bulat, pada ahliagama mengggapnya dengan dalil aksioma yang tidak perlu dibuktikan, tetapi sebenarnya pembuktian yang berangkat dari kraguan untuk menjadi keyakinan itu perlu mencari titik temu agama dan ilmu, misalnya apakah Allah itu Tuhan, apakah Muhammad itu Nabi dan lain sebagainya.
            Banyak orang setelah berkuasa memperjuangkan kebenaran melalui pembenaran, memang adalah benar ketika pengusiran pedagang kaki lima dari jalan protokol adalah untuk pembersihan jalan, tetapi tidak baik memindahkan manusia dengan paksa dan kekerasan, sebab itulah kebenaran masuk kedalam kelompok yang tidak baik.
D. Yang Maha Benar
Puncak kebenaran itu sendiri sebenarnya adalah Allah yang maha Benar (Al Haq) , ini terbukti para penzikir setelah menunaikan shalat selalu berzikir (segala puji bagi Allah).
Lalu mereka yang menganggap hukuman mati tidak perlu dijatuhkan manusia atas manusia, lalu bagaimana pelaku kejahatan yang keji dan sadis, tentu ini menjadi suatu perdebatan.




Analisis :
Ilmu adalah sebagai sekolompok pengetahuan teratur yang membahas sesuatu sasaran tertentu dengan pemusatan perhatian kepada satu atau segolongan masalah yang terdapat pada sasaran itu untuk memperoleh keterangan-keterangan yang mengandung kebenaran.
Ilmu pengetahuan seorang aparatur sangat diperlukan, karena mengingat ilmu pengetahuan merupakan suatu objek ilmiah yang mampu memecahkan suatu permasalahan sesuai dengan takaran permasalahan tersebut. Disinilah pentingnya ilmu bagi para aparatur Sumber daya manusia aparatur yang handal merupakan investasi berharga bagi sebuah organisasi. Karena itu perlu ditingkatkan kemampuan dan profesionalisme supaya organisasi bisa bertahan dan berkembang. Untuk dapat mempertahankan keprofesionalisme tersebut, maka sumber daya manusia aparaturnya perlu dikembangkan dan ditingkatkan.Bagaimana ketika masalah datang dalam sebuah intasi pemerintahan dengan takaran masalah yang besar, dalam takaran yang kecil memang masih bisa mengatasinya, tetapi belum tentu dengan takaran permasalahan yang sangat besar. Jadi dengan siap nya SDM yang memadai tidak akan ragu lagi untuk mengatasi permasalahan yang ada.
Tanggapan:
Sebagai kritikan, saya kurang setuju kepada kenyataan seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi lebih menjamin timbulnya etika kebaikan serta intelektualitas dalam pemikiran dalam dirinya, menurut saya tidak menjamin, karena etika kebaikan dan intelektualitas bukan ditentukan oleh tingginya ilmu pengetahuan, karena pada kenyataanya seorang pejabat yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi pun masih melakukan berbagai pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan norma dan etika. Contoh Gayus tambunan, adalah orang pintar yang dipercaya dipekerjakan di bagian penelaah keberatan perpajakan Jakarta. Tetapi dia melakukan suatu korupsi pencucian uang, ini sangat memprihatinkan, mengingat dia adalah orang pintar yang dipercaya ditempatkan dibagian jabatan lumayan tinggi, tetapi dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dengan tidak disertai ahlak yang terpuji, seseorang pun akan menggunakan kepintaranya untuk hal-hal yang tidak buruk. Disinilah perlunya keseimbangan das es dan das ich, dimana das es merupakan kesenangan atau kepuasan hidup, sedangkan das ich adalah kepribadian yang memiliki kesadaran. sebagai contoh gayus tidak memiliki das ich (kepribadian yang memiliki kesadaran dan keadaan dalam diri dan lingkungan ) tapi dia hanya memiliki das es yakni kepuasaan, kesenangan, nafsu dalam diri.
Jadi pada intinya Ilmu pengetahuan yang tinggi menurut saya memang penting ada dalam setiap individu, apalagi aparatur pemerintahan sebagai pengayom masyarakat yang langsung berhadapan dengan banyak permasalahan publik. Tetapi tingginya ilmu pengetahuan juga tidak menjamin kebaikan yang timbul jika tidak di sertai dengan ahlak.

0 komentar: